Dalam video YouTube yang diunggahnya, Biden bersumpah untuk memiliki hubungan yang baik dengan negara-negara Arab, menentang gerakan BDS
(boycott, divestment, sanctions), mendukung Israel, namun terus mengkritik ektremisme jika ia memenangkan pemilihan pada 3 November mendatang.
Sembari mengutip sebuah hadist, Biden mengimbau agar pemilih muslim AS untuk melakukan hal yang benar, ketika mereka melihat yang salah.
Dalam hal ini, Biden menunjukkan bagaimana muslim AS dan Arab-Amerika telah dikucilkan oleh Presiden Donald Trump sebagai petahana, melansir
Arab News, Senin (31/8).
Dalam pernyataan bersejarahnya, yang sebelumnya tidak pernah dijanjikan oleh calon presiden mana pun, mantan wakil presiden itu menyebut Arab-Amerika penting bagi tatanan bangsa AS.
Ia bahkan berjanji untuk memasukkan Arab-Amerika dalam pemerintahannya.
"Kefanatikan anti-Arab telah digunakan dalam upaya untuk mengecualikan, membungkam dan meminggirkan seluruh komunitas, dan Biden percaya itu harus ditolak setiap kali muncul, termasuk ketika muncul dari pejabat terpilih atau mereka yang mencari jabatan publik," bunyi rencana kemitraan tersebut.
“Biden merangkul kemitraan Arab-Amerika dalam kampanyenya dan akan memasukkan Arab-Amerika di seluruh pemerintahannya," sambungnya.
Rencana Kemitraan berisi sembilan halaman tersebut kemudian disambut baik oleh para pemimpin dan aktivis Arab-Amerika.
Sebagai bagian dari janjinya kepada Arab-Amerika, Biden berjanji untuk segera mencabut "larangan Muslim" yang kontroversial oleh Trump setelah ia dilantik sebagai presiden. Ia juga akan mendukung imigran dan pengungsi dengan membalikkan kebijakan lain.
"Pada hari pertama, Joe Biden akan membatalkan perjalanan Muslim non-Amerika dan larangan pengungsi serta akan menghentikan kebijakan pemisahan keluarga yang tidak bermoral," kata pernyataan itu.
“Biden akan membangun kembali AS sebagai tujuan penyambutan bagi mereka yang ingin mengejar impian Amerika, termasuk imigran dari dunia Arab. Melarang populasi seluruh negara untuk datang ke AS adalah salah secara moral, tidak membuat negara kita lebih aman dan merupakan penyalahgunaan kekuasaan lainnya oleh Administrasi Trump," sambungnya.
BERITA TERKAIT: