Pada Senin (24/8), Abe dilaporkan melakukan pemeriksaan lanjutan di sebuah rumah sakit di Tokyo. Namun, beberapa pihak dibuat bingung karena pemeriksaan berlangsung hingga tujuh setengah jam.
Dari laporan
Reuters, iring-iringan mobil membawa Abe ke rumah sakit Tokyo untuk kunjungan keduanya dalam sepekan.
Kemudian mengutip beberapa sumber pemerintah dan partai yang berkuasa, pada hari yang sama
Nippon TV melaporkan, Abe mendapatkan perawatan untuk penyakit kronis, alih-alih pemeriksaan kesehatan.
Abe sendiri dijadwalkan untuk kembali bekerja pada Senin sore.
Ditemui di kediamannya usai mengunjungi rumah sakit, Abe mengatakan telah mendapatkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada pekan lalu dan menjalani pemeriksaan tambahan.
"Saya ingin menjaga kesehatan saya dan melakukan yang terbaik dalam pekerjaan saya," ujar perdana menteri terlama Jepang tersebut.
Spekulasi mengenai kesehatan Abe muncul setelah majalah mingguan
Flash mengatakan, Abe mengalami muntah darah di kantornya pada 6 Juli. Namun belum ada komentar lebih lanjut mengenai informasi tersebut.
Sementara itu,
Kyodo News memuat, Abe kerap melakukan pemeriksaan rutin dua kali dalam setahun, dengan pemeriksaan terakhir pada 13 Juni.
Isu lain yang muncul adalah Abe kelelahan bekerja karena harus memimpin tanggapan wabah Covid-19 di saat usianya sudah mencapai 65 tahun.
Jika Abe turun dari jabatannya, maka Wakil Perdana Menteri Taro Aso yang berusia 79 tahun akan mengambil alih sementara jabatan tersebut, juga merangkap sebagai menteri keuangan.
Masa jabatan Abe sendiri akan berakhir pada September 2021.
BERITA TERKAIT: