Setelah
lockdown dicabut pada akhir, banyak warga Maroko yang melanggar aturan jarak sosial dan protokol kesehatan lain, termasuk mengenakan masker dan penggunaan disinfektan.
Perilaku warga tersebut kemudian membuat Raja Mohammed VI memberikan peringatan akan bahayanya penyakit Covid-19.
"Seandainya perlengkapan kebersihan dan pembersih tidak tersedia di pasar, atau harganya mahal, perilaku seperti itu mungkin dapat dimengerti. Namun, otoritas pemerintah telah memastikan bahwa bahan-bahan ini tersedia secara melimpah dan harganya sangat terjangkau," ujar Raja Mohammed VI dalam pidato Hari Revolusi ke-67 pada Kamis (20/8).
Raja mengatakan, tindakan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan telah bertentangan dengan nilai-nilai patriotisme dan semangat solidaritas. Dengan memburuknya situasi yang ada, ia mengaku sulit bagi negara untuk mengendalikannya
"Memburuknya situasi kesehatan saat ini sangat disayangkan dan tidak menyisakan banyak ruang untuk optimisme. Siapa pun yang memberi tahu Anda sebaliknya, hanya berbohong kepada Anda," ujarnya.
Menurut Raja, setelah kuncian dicabut, jumlah kasus yang dikonfirmasi, pasien dengan gejala parah, dan kematian akibat virus sudah meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan selama kuncian.
"Jika angka terus meningkat, Komite Ilmiah Covid-19 dapat merekomendasikan penguncian lagi, mungkin dengan pembatasan yang lebih ketat. Jika keputusan itu menjadi tak terhindarkan, itu akan berdampak parah pada kehidupan orang-orang dan kondisi sosial-ekonomi," jelasnya.
Tanpa adanya disiplin dan rasa bertanggung jawab, ia mengatakan, infeksi dan kematian akan terus meningkat. Apabila situasi tersebut terjadi, maka rumah sakit akan kehilangan kemampuannya untuk mengatasi wabah.
Dengan begitu, ia meminta warga untuk menanamkan nilai-nilai pengorbanan, solidaritas, dan kesetiaan untuk melewati masa-masa sulit.
"Pesan saya untuk Anda hari ini tidak dimaksudkan sebagai teguran atau kesalahan. Saya hanya menyampaikan langsung kepada Anda kekhawatiran saya bahwa jumlah infeksi dan kematian yang bertambah memaksa kita kembali ke penguncian total," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: