Menurut sumber militer, "pemerintah transisi" yang dipimpin oleh Komite Nasional untuk Keselamatan Rakyat sudah merencanakan deportasi Keita dengan pihak Senegal.
"Ada pembicaraan dengan Senegal tentang deportasi (Keita) (ke Senegal)," ujar sumber tersebut pada Kamis malam (20/8).
Sebelumnya pada hari yang sama, jurubicara Komite Nasional untuk Keselamatan Rakyat, Kolonel Mayor Ismael Wague mengatakan, dewan transisi akan dibentuk di Mali. Dewan tersebut akan dipimpin oleh presiden transisi yang bisa jadi dipilih dari perwira militer atau sipil.
Komite Nasional untuk Keselamatan Rakyat didirikan oleh para pemimpin tentara militer pemberontak setelah melakukan kudeta pada awal pekan ini.
Dimulai pada Selasa (18/8), ketika Keita, Perdana Menteri Boubou Cisse, dan pejabat senior pemerintahan lainnya ditahan di pangkalan militer Kati, dekat ibukota Bamako.
Keita kemudian diminta untuk mengundurkan diri dan membubarkan parlemen melalui pidato singkat yang siaran televisi.
Penahanan Keita dan para pejabat tinggi pemerintah tersebut mengikuti aksi protes atas skandal korupsi dan buruknya keamanan Mali.
Sejumlah negara dan PBB mengutuk aksi penahanan Keita. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada Selasa menuntut pembebasan segera Keita dan seluruh anggota kabinetnya.
BERITA TERKAIT: