Ratusan Migran Lompati Perbatasan Maroko, Satu Tewas Enam Luka-luka

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 21 Agustus 2020, 06:09 WIB
Ratusan Migran Lompati Perbatasan Maroko, Satu Tewas Enam Luka-luka
Para migran lompati pagar untuk menyeberang ke perbatasan menuju Spanyol/Net
rmol news logo Ratusan migran mencoba melompati perbatasan Maroko pada Kamis (20/8). Sekitar 300 migran sub-sahara berusaha melewati pagar kawat besar ketika dicegat oleh aparat keamanan di tanah Spanyol.

Satu orang akhirnya meninggal dan enam luka-luka karena terjatuh dari pagar perbatasan dengan ketinggian empat meter.

Hanya 50 orang yang kemudian berhasil mencapai sisi perbatasan, tetapi tak lama kemudian harus kembali menghadapi penangkapan oleh pasukan keamanan.

Sumber berita lokal menginformasikan bahwa para migran mencoba melompat pada sekitar pukul 6 pagi tadi. Mayoritas migran yang mencoba melintasi perbatasan adalah keturunan Afrika Sub-Sahara. Kemungkinan para migran ini akan ditampung di Melilla's Bullring, di mana mereka akan menunggu untuk diuji secara medis. Mereka juga akan menjalani karantina wajib selama 14 hari untuk memastikan mereka bukan pembawa Covid-19.

Peristiwa seperti ini sudah sering terjadi, di mana para migran mencoba melintasi perbatasan untuk bisa memasuki Spanyol. Mereka memilih untuk mencoba menyeberang dari Maroko ke Melilla di waktu-waktu tertentu saat keamanan sedang lengah.

Terakhir, pada April 2020 lalu, sebanyak 260 migran mencoba melompati pagar secara bersamaan, dan lagi-lagi hanya sekitaran 50 migran saja yang berhasil.

Upaya migrasi berulang membuat pemerintah Spanyol meningkatkan kerja sama dengan otoritas Maroko untuk mengendalikan migrasi tidak teratur.

Pada 10 Maret lalu, Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha Gonzalez Laya menekankan pentingnya kolaborasi dan ‘strategi komprehensif’ untuk mengekang jumlah migran gelap yang memasuki Eropa melalui Spanyol, di Dewan Duta Besar Arab di Madrid.

“Bagi Spanyol, hubungan dengan pantai selatan Mediterania adalah yang terpenting,” kata Gonzalez Laya. "Ini untuk mempromosikan integrasi dan memperkuat hubungan ekonomi, termasuk investasi dan perdagangan dengan dunia Arab."

Salah satu aspek kuat dari kolaborasi Rabat-Madrid adalah dalam menangani migrasi tidak berdokumen, serta terorisme.

Surat kabar Spanyol El Pais menulis pada Oktober bahwa Maroko telah membantu Spanyol mengurangi jumlah migran gelap lebih dari setengahnya selama Januari-Oktober 2019, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA