Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash pada Senin (17/8) menegaskan, menormalisasi hubungan dengan Israel adalah keputusan berdaulat dari negaranya dan tidak ditujukan pada Iran.
"Perjanjian perdamaian UEA-Israel adalah keputusan berdaulat yang tidak ditujukan pada Iran. Kami mengatakan ini dan mengulanginya. Kami tidak menerima campur tangan dalam keputusan kami," ujar Gargash melalui akun Twitter-nya, seperti dikutip
Reuters.
Sebelum menyampaikan pernyataan tersebut, UEA pada Minggu (16/8) juga telah memanggil kuasa hukum Iran di Abu Dhabi terkait dengan pidato yang disampaikan oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani pada Sabtu (15/8).
Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi, Rouhani mengatakan keputusan UEA untuk menormalisasi hubungan dengan Israel adalah sebagai sebuah kesalahan besar. Ia juga menyebut UEA telah berkhianat.
“Anda (UEA) mengkhianati negara Anda, rakyat Anda, Muslim dan dunia Arab? Mereka (UEA) sebaiknya berhati-hati. Mereka telah melakukan kesalahan besar, tindakan pengkhianatan. Kami berharap mereka akan menyadari dan meninggalkan jalan yang salah ini," ujar Rouhani pada saat itu.
Sekretaris Jenderal Kerjasama Teluk yang beranggotakan enam orang juga telah mengutuk "ancaman" yang diberikan oleh Iran kepada UEA atas kesepakatan tersebut.
Kesepakatan damai dan normalisasi hubungan antara UEA dan Israel sendiri dilakukan dengan ditengahi oleh Amerika Serikat (AS). Bahkan pada Kamis (6/8), Presiden Donald Trump lah yang mengumumkan kesepakatan tersebut.
Di dalam kesepakatan, Israel berjanji untuk menunda rencana aneksasi Tepi Barat.
BERITA TERKAIT: