Kasus Baru Makin Tinggi, Ribuan Jemaat Gereja Protestan Sarang Jeil Korea Selatan Dikarantina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 17 Agustus 2020, 13:36 WIB
Kasus Baru Makin Tinggi, Ribuan Jemaat Gereja Protestan Sarang Jeil Korea Selatan Dikarantina
Ilustrasi/Net
rmol news logo Pihak berwenang Korea Selatan telah meminta ribuan jemaat gereja Protestan di Seoul untuk segera dikarantina pada Senin (17/8). Ini merupakan bagian dari perang melawan penyebaran virus corona yang terkait dengan kelompok agama.

Selama akhir pekan, ibu kota dan provinsi tetangga Gyeonggi yang menampung hampir setengah populasi melarang semua pertemuan keagamaan dan mendesak penduduk untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu setelah terjadi ledakan kasus baru yang memicu kekhawatiran gelombang besar kedua Covid-19.

Per hari ini Senin (17/8) Korea Selatan melaporkan 197 kasus baru virus corona, menjadikan totalnya 15.515, hari keempat berturut-turut meningkat tiga digit setelah beberapa minggu dengan angka kasus umumnya pada usia 30-an dan 40-an.

Klaster terbesar saat ini berpusat di Gereja Sarang Jeil di Seoul, yang dipimpin oleh seorang pendeta konservatif kontroversial yang merupakan tokoh utama dalam protes terhadap Presiden Moon Jae-in.

Pihak otoritas Korsel mengatakan, sejauh ini telah ada 315 kasus yang telah dikonfirmasi terkait dengan gereja tersebut, menjadikannya salah satu kelompok terbesar sejauh ini. Mereka juga telah meminta sekitar 3.400 anggota jemaatnya agar segera melakukan karantina.

“Sekitar satu dari enam anggota gereja yang dites sejauh ini positif, membutuhkan pengujian dan isolasi cepat,” kata wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip, seperti dikutip dari AFP, Senin (17/8).

“Tetapi daftar anggota yang diberikan oleh gereja itu "tidak akurat, sehingga membuat prosedur pengujian dan isolasi menjadi sangat sulit,” tambahnya.

Wabah awal virus di Selatan berpusat di Gereja Shincheonji Yesus, yang sering dicap sebagai aliran sesat dan juga dituduh menghalangi penyelidikan.

Pemimpin Gereja Sarang Jeil Jun Kwang-hun termasuk di antara pembicara yang berpidato di depan ribuan pengunjuk rasa sayap kanan yang melakukan aksi demo melawan pemerintah Moon di jantung kota Seoul pada akhir pekan lalu di tengah meluasnya wabah dan seruan untuk menghindari pertemuan besar.

Kementerian kesehatan dan kesejahteraan dan otoritas kota Seoul telah mengajukan dua pengaduan polisi terpisah terhadap Jun, mereka menuduhnya sengaja menghalang-halangi upaya untuk menahan pandemik di negara itu.

Pemimpin Gereja Shincheonji, tempat ditemukannya lebih dari 5.000 kasus Covid-19 Lee Man-hee ditangkap awal bulan ini karena diduga memberikan catatan pertemuan gereja yang tidak akurat dan daftar palsu anggotanya kepada otoritas kesehatan korea Selatan. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA