Trump sendiri tampak menanggapinya dengan serius dan melancarkan berbagai kritikan tajam sejak pengumuman pencalonan Harris. Bahkan, ia mengaku memiliki lebih banyak dukungan orang India daripada Harris yang keturunannya langsung.
"Dia (adalah) keturunan India. Ingat perkataan saya, saya memiliki lebih banyak orang India daripada dia. Saya memiliki lebih banyak orang India daripada dia," ujar Trump seperti dikutip
India Today, Minggu (16/8).
Harris yang saat ini berusia 55 tahun merupakan kulit berwarna pertama yang dipilih untuk posisi wakil presiden. Ia lahir dari seorang ayah Jamaika dan ibu India. Kehadiran Harris diperkirakan bisa membantu Biden mendapatkan suara warga Amerika-Asia dan Amerika-Afrika.
Berbicara kepada anggota Asosiasi Kebajikan Polisi Kota New York, Trump mengatakan, jika Biden dan Harris terpilih, mereka akan mengesahkan undang-undang untuk memberlakukan penutupan semua kantor polisi di Amerika.
"Jika Joe Biden menjadi presiden, dia akan segera mengesahkan UUU untuk memotong setiap departemen kepolisian di AS. Dan mungkin dia (Harris) selangkah lebih buruk," ujarnya.
Selama ini, khususnya di tengah protes anti-rasisme yang dipicu kematian warga kulit hitam George Floyd, Harris menjadi pencetus reformasi kepolisian.
Selain itu, Ketua Nasional Komite Keuangan Kemenangan Trump, Kimberly Guilfoyle juga menyebut Harris telah bangkrut secara moral dan intelektual.
BERITA TERKAIT: