Kantor Berita
Yonhap melaporkan, penundaan dilakukan karena seorang perwira Angkatan Darat Korea Selatan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 pada Jumat (14/8). Sehingga latihan ditunda selama dua hari.
"Latihan akan dimulai pada Selasa (19/8), mengingat situasi Covid-19," ujar Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.
Sebelumnya, pihak terkait telah membatasi latihan militer gabungan tahunan kedua negara. Di mana tidak ada mobilisasi pasukan yang berbasis di AS.
Latihan hanya akan diikuti oleh tentara Korea Selatan dan Pasukan AS di Korea (USFK) dengan total puluhan ribu. Jangka waktu latihan akan diperpanjang beberapa hari karena harus meminimalkan aktivitas malam. Pada awalnya, latihan gabungan akan berlangsung dari 16 hingga 28 Agustus
Kepala Staf Gabungan menuturkan, latihan tahun ini difokuskan pada postur pertahanan gabungan, sementara latihan untuk transisi kendali operasional masa perang di semenanjung Korea akan dilakukan sebagian.
Para ahli menyebut, kondisi tersebut dapat menunda rencana Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in untuk mengambil alih kendali operasional masa perang dari AS sebelum masa jabatannya berakhir pada 2022.
BERITA TERKAIT: