Trump: Semua Orang Ingin Membantu, Para Pemimpin AS Dan Prancis Akan Bertemu Secara Virtual Bahas Situasi Di Beirut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 08 Agustus 2020, 14:17 WIB
Trump: Semua Orang Ingin Membantu, Para Pemimpin AS Dan Prancis Akan Bertemu Secara Virtual Bahas Situasi Di Beirut
Presiden Donald Trump/Net
rmol news logo Para pemimpin Amerika Serikat, Prancis, Lebanon, dan negara-negara lain akan mengadakan pertemuan secara online untuk membahas situasi di Beirut. Trump mengatakan rencana itu pada halaman akun Twitternya.

"Kami akan mengadakan panggilan konferensi pada hari Minggu dengan Presiden Macron, para pemimpin Lebanon, dan para pemimpin dari berbagai belahan dunia lainnya. Semua orang ingin membantu!" Tweet Trump hari ini, Sabtu (8/8).

Dia juga mengatakan Amerika Serikat telah mengirim tiga pesawat dengan bantuan kemanusiaan dan spesialis ke Lebanon.

Macron, yang mengunjungi distrik-distrik yang dilanda ledakan di Beirut pada hari Kamis, mengumumkan rencana untuk menyelenggarakan konferensi internasional di bawah naungan PBB guna mengumpulkan dana bagi Lebanon.

Sebelumnya, administrasi kepresidenan Prancis mengatakan kepada TASS bahwa tanggal konferensi bantuan internasional, yang diusulkan oleh Marcron, belum ditentukan. Sementara itu, juru bicara Komisi Eropa Eric Mamer mengatakan konferensi akan berlangsung pada Minggu, 9 Agustus, dalam bentuk linkup video.

Ledakan kuat mengguncang daerah pelabuhan Beirut dekat pangkalan Angkatan Laut Lebanon pada Selasa (4/8). Kejadian itu mengirimkan gelombang kejut melalui lingkungan permukiman di Ibu Kota Lebanon.

Gelombang kejut itu menghancurkan dan merusak lusinan bangunan dan mobil, sementara lebih dari 300.000 orang kehilangan tempat tinggal. Sedikitnya 154 orang tewas dan 5.000 luka-luka, puluhan lainnya masih tercatat hilang.

Pihak berwenang setempat mengatakan ledakan itu disebabkan oleh ledakan lebih dari 2.700 ton amonium nitrat, yang disimpan di pelabuhan setelah disita oleh dinas bea cukai enam tahun lalu. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA