Jurubicara Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA), Janet Montesi mengatakan, New York dan New Jersey akan mengembalikan ventilator Aventa-M yang diterima AS dari Rusia pada bulan lalu. Keputusan itu diambil secara hati-hati setelah adanya laporan bahwa ventilator dengan model yang sama memicu kebakaran.
"Karena sangat berhati-hati, negara bagian mengembalikan ventilator ke FEMA," ujar Montesi pada Selasa (12/5) seperti dimuat
Sputnik.
Ia mengatakan, ventilator-ventilator tersebut belum didistribusikan ke rumah sakit guna memerangi Covid-19.
Sehari sebelumnya, Senin (11/5), Kementerian Keadaan Darurat Rusia menyatakan bahwa kebakaran di Rumah Sakit St. George di St. Petersburg kemungkinan disebabkan oleh ventilator di unit perawatan internsif untuk pasien Covid-19.
Kementerian tersebut menjelaskan, kebakaran juga kemungkinan disebabkan oleh kegagalan hubungan arus listrik.
Insiden tersebut setidaknya telah menewaskan lima orang di unit perawatan intensif dan 150 pasien serta staf langsung dievakuasi.
Guna menyelesaikan persoalan tersebut, Komite Investigasi Rusia mengatakan pihaknya meluncurkan penyelidikan kriminal.
AS sendiri membeli pasokan peralatan medis dari Rusia, termasuk ventilator dan peralatan pelindung diri setelah Presiden Donald Trump melakukan panggilan telepon dengan Presiden Vladimir Putin pada 30 Maret.
Ketika ditanya perihal insiden kecelakaan, Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany mengungkapkan pihaknya baru mengatahui hal tersebut dan belum bisa memberikan komentar.
BERITA TERKAIT: