Pembangunan terowongan itu dimulai dari Pulau Lolland (Denmark) lalu melintasi Selat Fehmarn, hingga sampai ke negera Jerman. Sehingga terowongan itu akan menautkan wilayah Lolland-Falster di Denmark dengan Schleswig-Holstein di Jerman.
Sementara tautan di Selat Fehmarn ini akan menjadi pintu gerbang baru ke Eropa dan pintu gerbang baru untuk solusi transportasi hijau di masa depan.
Namun, terowongan ini tidak seperti terowongan bawah laut lainnya, misal seperti Terowongan Kanal di bawah Selat Inggris dan Terowongan Seikan milik Jepang di bawah Selat Tsugaru, di mana keduanya memiliki bagian bawah air yang lebih panjang. Terowongan Fehmarn tidak akan dibangun di bawah dasar laut.
Begitu penjelasan Menteri Transportasi dan Perumahan Denmark, Benny Engelbrecht, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari
AFP, Jumat (24/4).
Walau mulai dibangun pada awal tahun depan, namun terowongan bawah laut ini diperkirakan baru bisa beroperasi pada 2029.
Sehingga kelak jarak tempuh antara Jerman dan Pulau Lolland Denmark lewat terowongan itu hanya 10 menit dengan mobil dan tujuh menit dengan kereta api, dari yang sebelumnya satu jam dengan kapal feri.
BERITA TERKAIT: