Namun, sebagaimana biasa, presiden Amerika Serikat tetap santai. Ia mengatakan bahwa pernyataannya itu hanyalah sarkasme belaka. Dia sedang mencoba sarkartis.
Sebelumnya, Trump pada konferensi pers Kamis di Gedung Putih mengatakan bahwa para ilmuwan harusnya menggali lebih dalam apakah masuknya cahaya yang tinggi (sinar matahari) atau disinfektan ke dalam tubuh pasien Covid-19 berpotensi membantu mengobati penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus tersebut.
Kemudian keesokan harinya saat kecaman berdatangan, Trump mengatakan itu hanya sarkastik. Namun, ia tetap saja penasaran menginginkan teori tentang cahaya panas dan disinfektan pada akhirnya nanti dapat membantu pengobatan di dalam tubuh pasien Covid-19.
"Saya sedang melontarkan pertanyaan secara sarkastik kepada wartawan seperti Anda hanya untuk melihat apa yang bakal terjadi," katanya meralat pernyataan sebelumnya, Jumat (24/4), seperti dikutip dari
The Washington Post, Sabtu (25/4).
Sayang, yang hadir saat briefing di Kamis itu, tidak menganggap pernyataannya sebagai sebuah sarkasme.
Trump menegaskan lagi, ia tidak bermaksud menyuruh orang menelan menelan disinfektan.
Tim medis berulang kali mengimbau agar masyarakat sering mencuci tangan mereka dengan sabun atau pembersih tangan guna membantu menghentikan penyebaran virus.
"Saya rasa bahwa disinfektan di tangan dapat memiliki efek yang sangat bagus," katanya.
"Matahari dan panas serta kelembaban melenyapkan itu. Dan ini dari tes, mereka telah melakukan tes ini selama... beberapa bulan. Dan hasilnya, saya katakan, 'Ya, bagaimana kita melakukan itu di dalam tubuh atau bahkan di luar tubuh dengan tangan dan disinfektan, yang saya rasa akan berhasil?'"
Sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany malah membantah dengan mengatakan bahwa Trump sedang tidak bercanda atau sarkasme, tetapi dia membela bahwa Trump menganjurkan agar warga Amerika berkonsultasi dengan dokter mereka tentang perawatan.
Jenderal Ahli Bedah AS Jerome Adams merilis pernyataan yang menegaskan kembali nasihat itu pada Jumat pagi.
Pernyataan Trump sebelumnya soal isu tersebut mengundang kekhawatiran kalau-kalau bagi yang mendengar sarannya itu malah nekat melakukan upaya penyembuhan dengan meracuni diri dengan disinfektan.
Para dokter dan pakar kesehatan dunia pun beramai-ramai menegaskan untuk tidak mendengar saran itu, dan menjauhi disinfektan untuk disuntikkan atau diminum.
BERITA TERKAIT: