Presiden Win Myint mengatakan 24.896 tahanan yang dipenjara di seluruh negeri, termasuk 87 orang asing, akan dibebaskan tanpa syarat.
Pembebasan ini dilakukan seiring meningkatnya desakan untuk mengurangi jumlah penghuni di penjara-penjara yang penuh sesak selama masa pandemi Corona ini.
Alasan pembebasan tahanan itu juga karena sebentar lagi Myanmar akan menandai Tahun Baru Myanmar pada April ini, yang biasanya selalu ada amnesti. Namun, pemerintah tidak membeberkan tahanan dalam kejahatan apa saja yang akan dibebaskan.
"Untuk menandai Tahun Baru Myanmar, dengan menghormati alasan kemanusiaan dan kedamaian dalam pikiran rakyat, presiden memaafkan 24.896 tahanan dari berbagai penjara," demikian pernyataan dari kantor presiden seperti dilansir kantor berita
AFP, Jumat (17/4).
Seorang pejabat senior departemen penjara di ibu kota Myanmar, Naypyidaw mengatakan bahwa pembebasan itu akan dimulai segera. Dan 87 warga asing termasuk di antara tahanan yang akan mendapat amnesti tersebut akan dideportasi.
Sebelumnya, Organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW) gencar menyerukan pembebasan tahanan karena begitu sesaknya penjara di seluruh Myanmar.
HRW menyatakan, saat ini ada hampir 100 ribu tahanan di seluruh penjara di Myanmar, yang kapasitasnya seharusnya hanya untuk 62 ribu tahanan.
BERITA TERKAIT: