Ditemani beberapa pemuka agama serta paduan suara yang terdiri dari hanya beberapa orang, perayaan Paskah di Vatikan terasa sangat sederhana, sunyi, tetapi begitu khusu.
Pemimpin Gereja Katolik Roma itu menyapa sekitar 1,3 miliar umat Katholik di seluruh dunia pada Minggu (12/4).
Paus prihatin karena perayaan Paskah tahun ini harus berjibaku dengan wabah virus corona, di mana wabah ini menimbulkan banyak penderitaan.
Bukan saja penderitaan fisik tetapi juga ekonomi yang mencekik.
"Bagi banyak orang, ini adalah hari Paskah yang sunyi di tengah kesedihan dan kesulitan yang disebabkan pandemik. Dari penderitaan fisik hingga kesulitan ekonomi," kata Paus Fransiskus, melansir
AFP, Minggu (1/4).
Pada saat memprihatinkan seperti ini, Paus mendesak para pemimpin dunia untuk mengenyampingkan pertarungan politik. Paus juga tidak setuju adanya kekuatan militer yang dikerahkan untuk penanganan wabah ini.
Ia mendoakan agar para pemimpin dunia berani mendukung seruan gencatan senjata global.
"Ini bukan waktunya untuk berpecah-belah," tegasnya.
Dalam keadaan susah akibat dampak Covid-19, Paus berharap agar sanksi ekonomi yang mencekik pihak lawan diringankan. Saat ini bukan waktunya lagi memikirkan kepentingan pribadi dan golongan. Rakyat sudah menderita, jangan lagi diberi penderitaan, kata Paus tanpa menyebutkan negara mana, tetapi orang-orang berpikir tentang Iran yang dimaksud Paus.
Saat ini Iran tengah menghadapi sanksi berat dari Amerika Serikat, sekaligus harus menghadapi dampak wabah virus corona yang parah.
"Mengingat kondisi saat ini, semoga sanksi internasional dilonggarkan, karena ini membuat sulit negara-negara yang menjadi target, sehingga bisa memberikan dukungan memadai kepada warga negara di sana," harap Paus.
Negara-negara miskin juga patut dibantu dengan pengurangan utang.
Malah, jika memungkinkan, mestinya ada penghapusan utang.
Di akhir kotbah, Paus mendoakan korban meninggal maupun mereka yang masih menderita karena virus corona. Dalam doanya, Paus Fransiskus memikirkan mereka yang masih tertular, keluarga korban meninggal, yang tidak sempat memberikan penghormatan terakhir.
BERITA TERKAIT: