Semua bermula ketika Yasin Hussein Moyo, anak lelaki itu, berdiri di balkon rumah bersama dengan saudara-saudaranya.
Ibu Moyo kemudian berteriak agar anak-anaknya masuk ke dalam rumah namun kemudian terdengar suara tembakkan.
Seketika perut Moyo bersimbah darah. Sang ibu berlari diiringi oleh suara tembakkan lainnya.
Kejadian itu terjadi di pinggiran Nairobi pada Selasa (31/3), ketika para polisi tengah mengawasi warga untuk memberlakukan jam malam guna menghentikan penyebaran virus corona baru atau Covid-19.
Siangnya, Moyo langsung dimandikan dan dikubur sesuai dengan agama Islam.
Atas insiden tersebut, Inspektur Jenderal Polisi Kenya telah memerintahkan penyelidikan. Apakah kematian Moyo adalah hasil dari "peluru nyasar" atau disengaja.
Sayangnya, hal tersebut tidak membuat keluarga Moyo tenang. Sang ayah, Hussein Moyo, sangat marah.
"Mereka datang berteriak dan memukuli kami seperti sapi, dan kami adalah warga negara yang taat hukum," katanya seperti yang dimuat
AP.
BERITA TERKAIT: