Langkah itu adalah dengan mendenda atau memenjarakan mereka yang keluar rumah tanpa alasan yang penting dan mulai diberlakukan pada Senin malam (30/3).
"Apa yang perlu kita pertimbangkan adalah tranmisi komunitas ke komunitas yang bahkan mungkin tidak kita ketahui," ujar Perdana Menteri NSW, Gladys Berejiklian di Sydney, Selasa (31/3).
"Sangat penting bagi kita, pada tahap virus ini, untuk mempertahankan tingkat kontrol itu dan mempertahankan itu sebisa mungkin," lanjutnya seperti yang dimuat
CNA.
NSW sendiri adalah negara bagian terpadat di Australia sekaligus pusat penyebaran virus.
Saat ini, NSW memiliki setidaknya 2.032 total kasus atau hampir setengah dari jumlah se-Australia.
Oleh karena itu, mulai Selasa, setiap warga yang keluar rumah tanpa alasan yang jelas akan didenda hingga 11.000 dolar Australia atau setara dengan Rp 110 juta (Rp 10.062/dolar Australia). Atau potensi hukuman enam bulan penjara.
Ada pun alasan yang diperbolehkan untuk meninggalkan rumah adalah untuk membeli makanan, mengunjungi dokter, dan berolahraga sambil mematuhi aturan social distancing.
BERITA TERKAIT: