Setelah berpisah dengan Partai Biru dan Putih pada Kamis (26/3) karena enggan untuk bekerja sama dengan Netanyahu, Gantz mendapatkan serangkaian kritikan.
Salah satunya adalah pendukung Biru dan Putih dari Kota Shoham bernama Ronny Inbar.
"Saya kecewa dengan Gantz. Saya pikir dia akan menepati janji dan akan melindungi supremasi hukum. Saya tidak berpikir dia akan bergabung dengan Netanyahu, setidaknya tidak pada tahap ini," ujarnya seperti dimuat
Sputnik.
Dengan bergabung dengan Netanyahu, Gantz dianggap sama saja melakukan kejahatan.
Pasalnya, selama ini Netanyahu tengah mendapatkan dakwaan atas kasus korupsi hingga penyalahgunaan kekuasaan.
Namun, beberapa pihak juga mencoba paham dengan keputusan Gantz yang tidak ingin mempersulit keadaan di tengah wabah virus corona atau Covid-19 yang juga sudah menginfeksi Israel.
Namun, bagi Inbar, itu bukan alasan yang cukup baik bagi Gantz untuk menyerah pada prinsip-prinsipnya.
"Tidak perlu berada di pemerintahan untuk mengatasi masalah korona. Dia bisa dengan mudah mendukung keputusan terkait virus dari oposisi juga," ungkapnya.
BERITA TERKAIT: