Tinggalkan Partai Dan Gabung Dengan Netanyahu, Benny Gantz Dihujani Kritikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 29 Maret 2020, 13:59 WIB
Tinggalkan Partai Dan Gabung Dengan Netanyahu, Benny Gantz Dihujani Kritikan
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpegangan tangan dengan Benny Gantz/Net
rmol news logo Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Ketua Partai Ketahanan Benny Gantz akan menandatangani perjanjian pembentuan pemerintahan persatuan pada Senin (30/3).

Setelah berpisah dengan Partai Biru dan Putih pada Kamis (26/3) karena enggan untuk bekerja sama dengan Netanyahu, Gantz mendapatkan serangkaian kritikan.

Salah satunya adalah pendukung Biru dan Putih dari Kota Shoham bernama Ronny Inbar.

"Saya kecewa dengan Gantz. Saya pikir dia akan menepati janji dan akan melindungi supremasi hukum. Saya tidak berpikir dia akan bergabung dengan Netanyahu, setidaknya tidak pada tahap ini," ujarnya seperti dimuat Sputnik.

Dengan bergabung dengan Netanyahu, Gantz dianggap sama saja melakukan kejahatan.

Pasalnya, selama ini Netanyahu tengah mendapatkan dakwaan atas kasus korupsi hingga penyalahgunaan kekuasaan.

Namun, beberapa pihak juga mencoba paham dengan keputusan Gantz yang tidak ingin mempersulit keadaan di tengah wabah virus corona atau Covid-19 yang juga sudah menginfeksi Israel.

Namun, bagi Inbar, itu bukan alasan yang cukup baik bagi Gantz untuk menyerah pada prinsip-prinsipnya.

"Tidak perlu berada di pemerintahan untuk mengatasi masalah korona. Dia bisa dengan mudah mendukung keputusan terkait virus dari oposisi juga," ungkapnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA