Tekanan Maksimum AS Hambat Penanggulangan Corona, Iran: Berhenti Politisasi Upaya Kemanusiaan!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 23 Maret 2020, 15:00 WIB
Tekanan Maksimum AS Hambat Penanggulangan Corona, Iran: Berhenti Politisasi Upaya Kemanusiaan<i>!</i>
Iran/Net
rmol news logo Iran meminta seluruh masyarakat dunia untuk bergabung, saling bergandeng tangan demi menyelesaikan persoalan akibat wabah virus corona atau Covid-19.

Menjadi salah satu negara yang mendapatkan pukulan hebat dari pandemik ini, Iran tetap tidak berhenti untuk berjuang melawan virus corona meski di tengah berbagai hambatan.

Salah satunya adalah kebijakan tekanan maksimum yang diberikan Amerika Serikat.

Sejak AS keluar dari kesepakatan nuklir (JCPOA) pada 8 Mei 2018, pemerintahan Presiden Donald Trump juga menjatuhkan sanksi sepihak terhadap ekonomi, investasi, industri minyak, petrokimia, perusahaan asuransi, dan berbagai individu, serta perusahaan yang berhubungan dengan Iran.

Kini, wabah Covid-19 membuktikan bahwa sanksi sepihak dan ilegal AS yang diterapkan dalam kerangka tekanan maksimal kepada iran justru menjadi ancaman bagi kesehatan global.

Demikian yang disampaikan oleh Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/3).

"Rakyat dan pemerintah Republik Islam Iran terus bekerja keras untuk memerangi Covid-19, tetapi sanksi AS menghambat upaya mereka," tulis kedutaan.

"Sanksi dan tekanan maksimal AS kepada Iran telah membuat pendapatan kami dari sektor industri minyak yang diembargo oleh AS menurun dan menyebabkan biaya penanggulangan Covid-19 makin tinggi," lanjut kedutaan.

Hal lainnya yang menyulitkan Iran adalah langkah AS yang menakut-nakuti beberapa negara dan perusahaan di dunia untuk tidak menjual obat-obatan dan fasilitas medis kepada Iran.

Namun di sisi lain, AS mengklaim obat-obatan dan fasilitas medis bukan termasuk daftar sanksi unilateral.

Mengingat pandemik Covid-19 adalah sebuah persoalan internasional, maka penting agar seluruh negara dunia berusaha, bersinergi dan bekerjasama secara kolektif untuk mengatasi penyebaran Covid-19, kata kedutaan.

"AS harus berhenti mempolitisasi upaya kemanusiaan dan mencabut sanksi terhadap Iran," tegasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA