Ferry mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah membangun fasilitas koperasi tersebut menggunakan dana APBD.
Menkop menegaskan kehadiran pemerintah pusat di Atuka merupakan bentuk tanggung jawab untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada warga Papua, khususnya masyarakat di Kampung Atuka.
"Koperasi ini bukan milik pemerintah pusat, ini adalah milik masyarakat Papua, milik masyarakat Atuka. Tugas kami membantu supaya ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan sejahtera," ucapnya.
Menkop menyatakan kekagumannya atas bangunan koperasi yang dibangun secara mandiri oleh Pemkab Mimika. Untuk mendukung operasional ke depan, ia mengatakan bahwa pendanaan tidak lagi dibebankan pada APBD.
Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menyiapkan untuk membantu pendampingan manajemen serta akses pembiayaan dan permodalan.
Selain itu, Menkop juga mendorong pembangunan pusat distribusi yang dikelola BUMD serta perizinan stasiun pengisian bahan bakar solar khusus nelayan di wilayah pesisir Papua Tengah.
Ferry menyatakan Mimika dan Papua Tengah siap menjadi daerah percontohan bagi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Ia berharap seluruh warga Kampung Atuka dapat bergabung menjadi anggota koperasi agar manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat lokal.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, memberikan apresiasi mendalam atas kehadiran Menkop beserta jajaran di Kampung Atuka, Kabupaten Mimika.
Kehadiran Menkop dipandang sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Wagub menyebut peristiwa ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, seorang menteri menginjakkan kaki langsung di kampung tersebut.
"Saya katakan bahwa baru pertama kali negara hadir di Kampung Atuka. Masyarakat Atuka yang menjemput kita dengan gembira luar biasa adalah bagian dari Negara Republik Indonesia," ujar Deinas Geley dengan penuh haru.
Wagub Deinas menegaskan bahwa pembangunan Provinsi Papua Tengah tidak boleh hanya bergantung pada investasi skala besar, melainkan harus berpijak pada kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi.
Hal ini selaras dengan visi pembangunan "Papua Tengah Emas" yang berdaulat secara ekonomi.
BERITA TERKAIT: