"Bisa jadi Juli, Agustus, kira-kira seperti itu. Bisa jadi itu benar dalam periode waktu itu," ujar Trump seperti dimuat
SCMP.
Dengan alasan itu, Trump mendesak agar orang-orang untuk tidak melakukan pertemuan yang melibatkan lebih dari 10 orang untuk menghindari penyebarluasan wabah.
Itu diumumkan Trump setelah mendapatkan saran dari Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan pada Minggu (15/3).
Kendati begitu, Trump mengaku tidak memiliki rencana untuk memberlakukan penguncian atau lockdown nasional seperti yang dilakukan oleh Italia dan Prancis saat ini.
"Pada titik ini bukan nasional. Kita melihat area tertentu, pada titik api tertentu," ujar Trump.
Namun, tidak lama setelah Trump memberikan pernyataannya, Walikota San Francisco, London Breed, justru mengumumkan penutupan sebagian kota. Di mana bisnis selain toko kelontong, apotek, bank, dan pom bensin akan mulai ditutup pada tengah malam.
Di sisi lain, The New York Times sebelumnya juga melaporkan, Trump mengatakan negara-negara bagian harus mencari pasokan medis sendiri, termasuk respirator dan dan ventilator yang sangat krusial saat ini.
BERITA TERKAIT: