Hal itu disampaikan oleh seorang dokter sekaligus Direktur Unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit Universitas Kedokteran Peking Union, Du Bin. Namun, tidak ada penelitian lebih lanjut apa yang mendasari hipotesa tersebut.
Dari sekelompok 170 pasien corona yang meninggal dunia di Wuhan, hampir setengahnya menderita hipertensi.
"Itu rasio yang sangat tinggi," ujar Du Bin dalam sebuah wawancara seperti yang dimuat
Japan Times.
"Dari apa yang saya diberitahu dokter lain dan data yang saya dapat lihat sendiri, di antara semua penyakit yang mendasarinya, hipertensi adalah faktor berbahaya utama," lanjut dokter yang dikirim ke Wuhan sejak dua bulan lalu itu.
"Meskipun belum ada penelitian yang diterbitkan tentang itu, kami percaya hipertensi bisa menjadi faktor penting dalam menyebabkan pasien memburuk, yang mengarah ke prognosis buruk," ungkapnya.
Atas dasar itu, para dokter di Wuhan saat ini lebih memfokuskan perawatan pada para orang tua dan mereka yang menderita penyakit tekanan darah tinggi.
BERITA TERKAIT: