Demi menghindari penularan, Twitter meminta seluruh stafnya di seluruh dunia untuk bekerja dari rumah mulai awal pekan ini (Senin, 2/3).
"Kami sangat mendorong semua karyawan secara global untuk bekerja dari rumah jika mereka mampu," kata kepala sumber daya manusia Twitter Jennifer Christie dalam keterangannya, seperti dimuat
Channel News Asia (Selasa, 3/3).
"Tujuan kami adalah untuk menurunkan kemungkinan penyebaran virus corona Covid-19 bagi kami, dan dunia di sekitar kami," sambungnya.
Dia menekankan, untuk karyawan Twitter yang bekerja di kantor perusahaan Korea Selatan, Hong Kong dan Jepang bukan hanya diimbau, tapi diwajibkan untuk bekerja dari rumah.
Pasalnya, di negara dan wilayah tersbut, jumlah infeksi virus corona mengalami peningkatan drastis. Di Korea Selatan, hingga awal pekan ini tercatat ada hampir 5.000 kasus infeksi virus corona. Virus tersebut juga telah merenggut 28 nyawa di negeri ginseng.
Sementara di Jepang, virus juga telah menginveksi ratusan orang. Hal itu menyebabkan pemerintah Jepang bertindak cepat dengan cara mendesak penutupan sekolah-sekolah nasional serta mendesak pengusaha untuk memberikan izin kepada staf mereka untuk bekerja dari jarak jauh.
Sedangkan di Hong Kong, tercatat ada setidanya 100 kasus infeksi virus corona.
BERITA TERKAIT: