Penobatan ini diumumkan dalam acara
NBC Today, Rabu (11/12) seperti yang dimuat Al Jazeera. Thunberg yang belum genap berusia 17 tahun, mulai dikenal dunia saat berpidato dengan berani di depan para pemimpin dunia di KTT Aksi Iklim, New York, Amerika Serikat, September lalu.
"Aku seharusnya tidak berada di atas sini. Aku harus kembali ke sekolah di seberang lautan. Kalian datang kepada kami, anak muda untuk harapan. Beraninya kamu? Kamu telah mencuri masa kecilku dengan omong kosong," ujar Thunberg dalam pidatonya kala itu.
Sebelum hadir di KTT tersebut, Thunberg melakukan perjalanan selama hampir 14 hari melintasi Samudra Atlantik menggunakan kapal pesiar tanpa emisi. Sebelumnya, Thunberg juga bergabung dengan pengunjuk rasa di Washington yang mengecam putusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari Perjanjian Paris.
Setelah pidatonya di KTT, Thunberg banyak dielukan dan diundang di berbagai kegiatan menentang perubahan iklim di seluruh penjuru dunia. Tidak heran bila nama remaja ini terus disuarakan hingga akhirnya dinobatkam sebagai
Person of the Year oleh
Time. Selain
Person of the Year, Thunberg juga telah dinominasikan untuk mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian setelah melakukan aksi rutin "Jumat untuk Masa Depan". Di mana setiap hari Jumat, semua siswa mogok sekolah dan dimobilisasi untuk melakukan aksi menolak perubahan iklim.