Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh menilai, merger akan memangkas biaya operasional sehingga perusahaan pelat merah dapat lebih produktif dan efisien.
"Jadi target merger ini adalah bagaimana mengurangi biaya operasional perusahaan, sehingga nanti terbentuk perusahaan-perusahaan yang produktif, kemudian efisien," ujar Rahmat kepada
Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurutnya, konsolidasi tersebut juga dapat mengurangi jumlah perusahaan yang selama ini justru membebani kinerja BUMN.
"Tentu mudah-mudahan, dengan pola ini akan terjadi peningkatan dividen BUMN kepada kas negara secara signifikan," tuturnya.
Rahmat mencontohkan konsolidasi di sektor Pertamina. Menurutnya, perusahaan tersebut memiliki hampir 250 anak dan cucu perusahaan yang bergerak di sektor perminyakan.
"Mulai dari Pertamina Patra kemudian Pertamina Hulu, dan segala macam itu dikerucutkan menjadi sekitar 50-60 BUMN," urainya.
Rahmat mengatakan, sekitar 25 persen perusahaan di lingkungan Pertamina berpotensi digabung. Pola serupa, kata dia, dapat diterapkan pada BUMN di sektor lainnya.
"Hampir semua BUMN sudah dilakukan pengkajian mana anak-anak perusahaan bahkan cucu perusahaan yang tidak efektif atau bisa digabung, agar mengurangi besarnya operasional," tandasnya.
BERITA TERKAIT: