Turki Akan Tetap Kembalikan Tahanan ISIS Apapun Risikonya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 04 November 2019, 21:16 WIB
Turki Akan Tetap Kembalikan Tahanan ISIS Apapun Risikonya
Tahanan ISIS/Net
rmol news logo Turki tetap akan mengirim anggota militan Negara Islam (ISIS) yang ditangkap untuk kembali ke negara asal meski status kewarganegaraan mereka dicabut.

Demikian yang diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu pada Senin (4/11). Keputusan ini diambil Turki yang mengeluhkan Eropa yang bertindak lambat mengenai masalah ini.

“Kami akan mengirim kembali anggota Daesh (ISIS) ke negara mereka sendiri apakah mereka mencabut kewarganegaraan mereka atau tidak," ujar Soylu seperti yang dikutip Reuters.

Pernyataan Soylu tersebut merujuk pada ketentuan di mana para anggota ISIS harus diadili di tempat mereka ditangkap.

Penangkapan anggota ISIS oleh Turki sendiri dilakukan dalam Operation Peace Spring atau juga dikenal dengan Serangan Rojava yang dimulai pada 9 Oktober 2019. Serangan tersebut dilancarkan Turki terhadap pasukan YPG Kurdi di Suriah timur laut untuk menciptakan "zona aman" di wilayah itu.

Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memulai serangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menarik pasukannya dari wilayah itu dan memicu kekhawatiran akan tumbuh kembalinya ISIS. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA