"Ada orang yang telah pergi, elemen-elemen rezim (Suriah) membenarkan hal ini. Rusia juga mengkonfirmasi hal ini. Tetapi tidak mungkin untuk mengatakan bahwa mereka semua telah pergi," ujar Cavusoglu seperti yang dimuat
Reuters.
Dalam perjanjian yang ditengahi Presiden Rusia, Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setuju untuk membiarkan pasukan YPG Kurdi pergi sejauh 30 km dari perbatasan Suriah dan Turki mulai Rabu (23/10).
Selain itu, enam hari setelah proses pemindahan pasukan YPG atau Selasa (29/10), pasukan Rusia dan Turki akan mulai patroli bersama di jalur sepanjang 10 km yang akan menjadi zona aman yang selama ini digadang-gadang oleh Turki.
Jika YPG tidak memenuhi perjanjian tersebut, maka Cavusoglu mengatakan pasukan pimpinan Turki akan "membersihkan para teroris ini".
"Sekarang, delegasi militer Rusia akan datang (ke Turki). Teman-teman kita akan membahas situasi terkini mengenai masalah penarikan dan pada akhir 150 jam (Selasa) bagaimana patroli itu, apa yang akan kita lakukan bersama, langkah apa yang akan kita ambil," tambahnya.
Jika sesuai rencana, patroli gabungan itu akan dimulai dari Sungai Eufrat ke timur menuju perbatasan Irak. Kecuali untuk kota Qamishli yang dikuasai Kurdi, yang mencakup sebagian dari apa yang disebut "zona aman" yang dicanangkan oleh Turki.

BERITA TERKAIT: