"Mereka membuat kemajuan dalam isu-isu spesifik dan hampir menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjian. Diskusi akan berlangsung terus-menerus di tingkat wakil dan kepala negara dalam waktu dekat," ujar USTR dilansir
Reuters.
Meski demikian, USTR tidak memberikan perincian tentang bidang kemajuan yang telah dilakukan.
Seperti yang diumumkan oleh Donald Trump pada 11 Oktober lalu, AS dan China tengah bekerja keras untuk menyepakati perjanjian dagang Fase 1. Trump bahkan berharap dapat menandatangani perjanjian tersebut dengan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan puncak di Chili bulan depan.
Dalam pernyataan terpisah, laman Kementerian Perdagangan China pada Sabtu pagi (26/10), mengkonfirmasi adanya konsultasi teknis. Beberapa bagian perjanjian perdagangan bahkan dinyatakan telah selesai. Menurut kementerian tersebut, produk pertanian menjadi bidang utama diskusi. AS bahkan akan mengimpor produk unggas dan ikan lele dari China, sementara China akan mencabut larangan unggas AS.
Sebagai imbalan peningkatan pembelian komoditas, China meminta AS membatalkan beberapa tarif impor.
BERITA TERKAIT: