Channel News Asia melaporkan, Lee dan Trump sepakat untuk memperbarui MoU 1990 tentang Penggunaan Fasilitas AS di Singapura. Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB ke-74 di New York, AS.
"Itu mencerminkan kerja sama kami yang sangat baik dalam hal pertahanan, dan kerja sama yang lebih luas yang kami miliki di berbagai bidang lain. Seperti keamanan, ekonomi, anti-terorisme, dan sosial budaya juga," ujar Lee.
Lee menambahkan, "Kami sangat senang dengan hubungan ini. Kami berharap untuk menumbuhkannya, dan kami berharap itu juga akan menjadi sarana bagi AS untuk memperdalam keterlibatannya di Asia Tenggara dan kawasan Asia Pasifik."
Sementara itu, menurut informasi yang diperoleh dari Kementerian Luar Negeri Singapura, saat ini negara tetangga Indonesia tersebut sedang berusaha memperoleh empat F-35 Joint Strike Fighters dari AS. Kemungkinan jumlah ini akan bertambah.
Diketahui MoU 1990 merupakan kunci akses AS ke pangkalan udara dan laut Singapura selama 30 tahun terakhir yang ditandatangani oleh PM Lee Kuan Yew dan Wakil Presiden AS, Dan Quayle.
Kesepakatan tersebut telah membuat AS secara bergiliran mengerahkan pesawat tempur untuk latihan, pengisian bahan bakar dan pemeliharaan, serta kapal tempur pesisir dan pesawat P-8 Poseidon ke Singapura sejak 2013 dan 2015. Sedangkan Singapura memberikan memberikan dukungan logistik untuk personel transit, pesawat udara, dan kapal mereka.
BERITA TERKAIT: