Soal Pembelian S-400 Rusia, Turki Tidak Akan Tunduk Pada Sanksi AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 05 Mei 2019, 23:38 WIB
Soal Pembelian S-400 Rusia, Turki Tidak Akan Tunduk Pada Sanksi AS
S-400 Rusia/Net
rmol news logo Turki tidak akan pernah tunduk pada sanksi Amerika Serikat atas perjanjiannya untuk membeli sistem pertahanan S-400 Rusia.

Begitu penegasan Wakil Presiden Turki Fuat Oktay pada hari Minggu (5/5), sehubungan dengan kesepakatan yang telah mempererat hubungan antara sekutu NATO.

Dia menegaskan bahaa S-400 dan F-35 tidak akan saling mempengaruhi.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan penyiar Kanal 7, Oktay mengatakan kekhawatiran Amerika Serikat tentang masalah ini tidak masuk akal dan menambahkan bahwa Turki tidak akan mundur.

Komentar Oktay datang setelah Penjabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat Patrick Shanahan memperingatkan bahwa Pentagon akan menghentikan dukungan manufaktur untuk F-35 di Turki jika Ankara membeli sistem pertahanan rudal Rusia.

"Jika Turki memutuskan bahwa S-400 adalah keputusan yang mereka inginkan untuk maju, maka kita harus pindah kerja dari Turki," katanya, seperti dimuat Al Jazeera.

Shanahan mencatat bahwa dia telah bertemu delegasi dari pabrikan Lockheed Martin dan United Technologies untuk membahas opsi jika Turki menolak untuk membatalkan S-400.

Sebagai anggota NATO, Turki mengambil bagian dalam produksi jet tempur untuk digunakan oleh anggota perjanjian dan memiliki rencana untuk membeli 100 jet itu. Sejumlah pabrikan Turki membuat suku cadang dan peralatan untuk F-35, termasuk misil Standoff yang dibawa secara internal, rakitan badan pesawat dan perkabelan, membuat program NATO sebagian bergantung pada mereka.

Washington telah membekukan operasi manufaktur bersama dengan Turki dan telah menyebut bahwa Turki mungkin dapat memperoleh sistem pertahanan rudal Amerika Serikat jika mengesampingkan pembelian sistem dari Rusia.

Tetapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersikeras dia akan membeli sistem Rusia. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA