Hal itu diutarakan Sirisena dalam sebuah wawancara dengan
Reuters akhir pekan ini.
"Pemilihan tidak dapat ditunda, oleh karena itu sebelum pemilihan saya akan membawa stabilitas dan saya akan memberantas terorisme," kata Sirisena.
Pemilihan presiden di Sri Lanka sendiri kemungkinan akan berlangsung antara tanggal 10 November dan 10 Desember.
Sumber-sumber yang dekat dengan Sirisena mengatakan kepada
Reuters bahwa dia akan mengupayakan pemilihan kembali dalam pemilu itu.
Terkait upaya pemberantasan terorisme pasca teror bom Minggu Paskah, Sirisena menjelaskan bahwa kelompok militan ISIS berada di belakang serangan 21 April yang menargetkan gereja-gereja dan hotel-hotel mewah dan menewaskan lebih dari 250 orang termasuk 42 warga negara asing.
"Sangat jelas karena setelah serangan organisasi ISiS membuat pengumuman yang mengklaim bertanggung jawab atas pemboman," jelasnya.
"Kami telah mengidentifikasi semua anggota aktif kelompok dan ini adalah kasus penangkapan mereka sekarang,†kata Sirisena.
Dia menambahkan bahwa ada 25 hingga 30 anggota aktif terkait dengan pemboman yang masih buron.
Sirisena mengatakan bahwa dinas intelijen dari delapan negara, termasuk Biro Investigasi Amerika Serikat dan Interpol membantu Sri Lanka dengan penyelidikan.