Kanter merupakan seorang kritikus vokal Presiden Tayyip Erdogan. Dia didakwa oleh pengadilan Turki tahun lalu atas tuduhan keanggotaan kelompok teroris bersenjata setelah dihubungi berulang kali oleh orang-orang yang dekat dengan Gulen.
Kabar tersebut dimuat kantor berita Turki,
Anadolu pada Rabu (16/1), dan dikutip ulang
Reuters. Namun kantor kejaksaan Istanbul belum mengeluarkan komentar resmi.
Permintaan ekstradisi itu dikabarkan mencakup komentar media sosial yang dibuat tentang Gulen oleh Kanter, yang telah sering menyatakan dukungannya untuk ulama tersebut.
Menanggapi isu tersebut, Kanter melalui akun Twitternya membantah melakukan kesalahan.
"Pemerintah Turki tidak bisa menyajikan bukti apa pun atas kesalahan saya," katanya.
"Saya bahkan tidak punya tiket parkir di Amerika Serikat," sambungnya.
"Saya selalu menjadi penduduk yang taat hukum," tambah Kanter.
Turki sebelumnya mencabut paspor Kanter dan menyatakannya sebagai buron atas dukungannya pada Gulen, yang dituduh Ankara sebagai pendukung upaya kudeta gagal tahun 2016 lalu. Tuduhan iotu dibantah keras oleh Gulen.
Kemudian pada Mei 2017, Kanter ditolak masuk ke Rumania karena pembatalan paspor Turki-nya.
Awal bulan ini, Kanter mengatakan dia tidak akan pergi ke London untuk pertandingan dengan tim NBA-nya karena dia khawatir dia bisa dibunuh karena mengkritik Erdogan.
[mel]
BERITA TERKAIT: