Pengakuan itu dibuat Buhari pada Jumat (4/1), beberapa minggu jelang pemilu presiden 16 Februari mendatang.
"Presiden Buhari dan Komisaris Amina Zakari tidak berbagi hubungan keluarga," kata jurubicara presiden.
"Perkawinan silang terjadi di keluarga besar mereka, jadi imputasi hubungan darah antara Presiden dan komisioner pemilihan adalah kebohongan yang sederhana," tambahnya, seperti dimuat
Reuters.
Pernyataan itu dikeluarkan setelah sebelumnya, Partai Demokrat Rakyat menolak penunjukan Zakari sebagai kepala pengumpulan hasil di KPU Nigeria karena menilai bahwa dia masih ada hubungan darah dengan petahana.
Pemilu di negara terpadat di Afrika itu diketahui telah bertahun-tahun dinodai oleh tuduhan penyimpangan termasuk kecurangan suara, intimidasi pemilih, kronisme dan kekerasan.
Buhari sendiri berupaya mencari masa jabatan kedua dalam pemilu mendatang. Dia meyakinkan warga Nigeria bahwa pemilu mendatang akan berlangsung dengan bebas dan adil.
[mel]
BERITA TERKAIT: