Putusan ini dibuat setelah orang tua Warmbier menggugat Korea Utara pada bulan April tahun ini atas kematian putra mereka.
Otto Warmbier sendiri adalah seorang pelajar berusia 22 tahun yang ditahan otoritas Korea Utara tahun 2016 lalu saat berkunjung ke Korea Utara, karena alasan melakukan tindakan yang mengancam negara.
Dia sempat ditahan beberapa bulan di Korea Utara sebelum akhirnya dipulangkan ke rumahnya dalam kondisi koma. Dokter di Ohoi yang menanganinya menyebut bahwa kematian Otto Warmbier adalah karena kekurangan oksigen dan darah ke otak.
"Korea Utara bertanggung jawab atas penyiksaan, penyanderaan, dan pembunuhan di luar hukum terhadap Otto Warmbier, dan cedera pada ibu dan ayahnya, Fred dan Cindy Warmbier," begitu kata Hakim Beryl Howell dari Pengadilan Distrik Amerika Setikat untuk Distrik Columbia.
Pihak Korea Utara sebelumnya mengatakan bahwa Otto Warmbier mengalami koma lantaran menelan pil tidur dan menolak tuduhan soal adanya penyiksaan.
Menanggapi putusab itu, Fred dan Cindy Warmbier mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menjanjikan keadilan bagi putra mereka.
"Kami bersyukur bahwa Amerika Serikat memiliki sistem peradilan yang adil dan terbuka sehingga dunia dapat melihat bahwa rezim Kim secara hukum dan moral bertanggung jawab atas kematian Otto," kata keluarga Warmbiers dalam pernyataanya, seperti dimuat
Reuters.
"Kami menempatkan diri kami dan keluarga kami melalui cobaan gugatan dan pengadilan umum karena kami berjanji kepada Otto bahwa kami tidak akan pernah beristirahat sampai kami memiliki keadilan baginya," sambung pernyataan yang sama.
"Pendapat bijaksana hari ini oleh Ketua Hakim Howell adalah langkah penting dalam perjalanan kami," tambahnya.
Putusan Howell adalah putusan default, yakni jenis putusan yang dibuat terhadap pihak yang tidak muncul di pengadilan. Putusan default terhadap terdakwa asing seringkali sulit dikumpulkan.
Pengadilan Amerika Serikat dapat memberikan kompensasi kepada pemegang penilaian default dengan memerintahkan penyitaan dana atau aset lain yang berlokasi di dalam negara, tetapi itu tidak mungkin dalam kasus ini karena sanksi melarang Korea Utara mengakses sistem keuangan Amerika Serikat.
[mel]
BERITA TERKAIT: