Hal tersebut disampaikan Heddy dalam Rapat Fasilitasi Pemberitaan DKPP Melalui Kemitraan Strategis Humas dan Media Massa di Safari Resort, Cisarua, Bogor, Rabu malam, 1 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, media massa sebagai pilar keempat demokrasi berperan besar dalam menyampaikan informasi mengenai kinerja DKPP kepada masyarakat.
"Tanpa teman-teman (media massa) semua, DKPP itu dianggap tidak ada. Karena kita tidak mungkin jalan satu-satu menyampaikan putusan kita. Jadi terima kasih atas kerja samanya selama ini," kata Heddy, yang pernah memimpin Majalah Gatra.
Ia juga mengapresiasi kontribusi media massa konvensional, baik elektronik, cetak, maupun daring, yang telah membantu menyebarluaskan informasi mengenai kerja-kerja DKPP, terutama selama penyelenggaraan Pemilu 2024.
Meski demikian, Heddy mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelayanan informasi kepada awak media. Menurutnya, proses konfirmasi maupun klarifikasi pemberitaan belum selalu dapat dilakukan secara optimal. Selain itu, terdapat sejumlah informasi terkait dugaan pelanggaran etik yang belum dapat dipublikasikan secara terbuka karena terikat ketentuan kode etik.
"Karena memang ada kode etik yang harus kita lindungi, ada kode etik yang harus kita taati sehingga kita tidak bisa membuka seluruh cerita sebelum perkara itu disidangkan," ujarnya.
Ke depan, Heddy berharap sinergi antara DKPP dan media massa semakin diperkuat agar penegakan etik penyelenggara pemilu dapat berjalan lebih efektif.
"Oleh karena itu, mari kita sama-sama membangun sinergi, agar antara DKPP dan teman-teman media, teman-teman jurnalis bisa bekerja seiring sejalan menjalankan fungsi dan tugas masing-masing," pungkas Heddy.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: