Resolusi itu diajukan oleh Inggris dan merupakan subjek negosiasi yang sulit, dan diubah beberapa kali sebelum pemungutan suara pada hari Jumat (21/22).
Resolusi itu juga mendukung hasil pembicaraan damai yang diperantarai PBB di Swedia pekan lalu, ketika pihak-pihak yang bertikai Yaman sepakat untuk gencatan senjata yang mulai berlaku pada awal pekan ini.
Dutabesar Inggris untuk PBB Karen Pierce mengatakan bahwa monitor gencatan senjata PBB sangat dibutuhkan di Hodeidah dan kelompok inti mereka akan dikirim ke Yaman dalam beberapa hari.
Dalam fase kedua, Sekjen PBB Antonio Gutteres akan memiliki satu bulan untuk menentukan ukuran penuh dan ruang lingkup misi dan bagaimana itu akan memastikan pasukan mengosongkan kota dan pelabuhan.
"Guterres akan mengerahkan tim advance terlebih dahulu dan tim itu akan pergi dalam beberapa hari ke depan", kata Pierce.
"Dia perlu membawa orang ke sana dengan cepat dan oleh karena itu Dewan Keamanan telah bersedia memberikan wewenang kepada tim pendahulu selama 30 hari," sambungnyua seperti dimuaty
Al Jazeera.
Sementara itu dutabesar Perancis untuk PBB, Francois Delattre mengatakan pemungutan suara dengan suara bulat mengirim sinyal kuat persatuan dan keterlibatan dewan dalam konflik di Yaman.
Para diplomat mengatakan misi pengamat PBB dapat terdiri dari 30 hingga 40 orang, yang bertugas memastikan penarikan pihak-pihak yang bertikai dari Hodeidah dan jalan aman bantuan kemanusiaan.
Para pengamat akan mengepalai tim pemantauan yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan pemberontak, di bawah naungan Komite Koordinasi Penempatan Kembali.
[mel]
BERITA TERKAIT: