Kisah itu dia ungkap dalam kesaksiannya di meja hijau Korea Selatan atas pelatihnya, Cho Jae-beon.
Atlet skating berusia 21 tahun itu memerinci adegan-adegan mengerikan dari proses pelatihannya. Dia menambahkan bahwa kebrutalan pelatihnya, mengakibatkan banyak cedera yang dia alami, termasuk patah tulang dan gegar otak.
"Ketika saya di kelas empat, saya menderita jari patah setelah terjebak oleh tongkat hoki es," katanya saat menghadiri sidang banding di Pengadilan Distrik Suwon di Korea Selatan (Kamis, 20/12).
Shim, yang memenangkan tiga medali di Olimpiade Sochi, mengatakan bahwa serangan mengerikan pelatihnya dimulai ketika dia baru berusia delapan tahun, dan berlangsung hingga Pyeongchang Winter Games ketika skater itu mengalami gegar otak setelah dipukul di kepala.
"Sebelum Olimpiade Pyeongchang, dia menendang dan memukul saya dengan keras sehingga saya pikir saya akan mati," kata Shim.
"Saya mengalami gegar otak setelahnya, dan saya pingsan dan jatuh selama Olimpiade karena itu," tambahnya, seperti dimuat
Russia Today.
Sang pelatih, Cho, dijatuhi hukuman 10 bulan penjara pada bulan September lalu karena menyerang empat skater trek pendek, termasuk Shim, tetapi mengajukan banding atas dakwaan yang menyangkal semua tuduhan yang diajukan terhadap dirinya.
[mel]
BERITA TERKAIT: