Menko Puan juga memimpin delegasi Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam Festival Janadriyah, Festival Budaya dan Warisan Tahunan terbesar di Timur Tengah yang diselenggarakan sejak 1985.
Didampingi Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Arab Saudi merangkap Wakil Tetap untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Agus Maftuh Abegebriel, Menteri Puan melakukan pertemuan dengan Pangeran Khalid bin Abdulaziz bin Ayyaf Al Muqrin.
Dalam pertemuan tersebut, Pangeran Khalid menyampaikan harapan yang tinggi atas partisipasi Indonesia sebagai tamu kehormatan.
"Atas nama Pelayan Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putera Mahkota Pangeran Muhammad Bin Salman, kami menyambut baik dan sangat senang dengan kehadiran yang mulia. Indonesia adalah negara yang masyhur akan kebudayaan yang beragam dan mempunyai sejarah panjang. Dengan berpartisipasi dalam Festival Janadriyah, rakyat Arab Saudi diharapkan dapat mengenal lebih dalam mengenai kebudayaan Indonesia. Kami senantiasa berharap Indonesia dapat menampilkan yang terbaik tahun ini," papar Pangeran Khalid.
Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Khalid juga menjelaskan alasan memilih Indonesia sebagai tamu kehormatan.
"Memang benar banyak negara yang berminat dan mengajukan diri sebagai tamu kehormatan dalam Festival Janadriyah. Pemilihan Indonesia sebagai tamu kehormatan merupakan keputusan Raja Salman dan Putera Mahkota Pangeran Muhammad Bin Salman. Hal ini menunjukkan bahwa kedua negara mempunyai hubungan bilateral yang sangat erat," jelasnya.
Menko Puan sendiri menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Indonesia sebagai tamu kehormatan Festival Janadriyah yang akan semakin mempererat hubungan bilateral antara kedua negara.
"Saya menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo kepada Raja Salman. Beliau sangat mengapresiasi pemilihan Indonesia sebagai tamu kehormatan. Meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif pendek, kami akan usahakan penampilan yang terbaik. Saya yakin festival ini akan semakin mempererat hubungan bilateral antara kedua negara, akan semakin terbuka kesempatan melakukan berbagai kerja sama lain setelah Festival Janadriyah," tuturnya.
Menko Puan juga berkesempatan melakukan inspeksi ruang pameran dan panggung paviliun Indonesia. Indonesia akan memamerkan sejarah hubungan bilateral dengan Arab saudi serta beragam budaya dan keindahan alam. Juga akan menampilkan lebih dari 70 pertunjukkan kesenian oleh sekitar 300 seniman selama tiga pekan berturut-turut.
"Partisipasi Indonesia dalam Janadriyah bertemakan Unity in Diversity Strengthening Moderation and Global Peace. Upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia merupakan sebuah dialog antar peradaban. Persatuan dalam keanekaragaman budaya Indonesa diharapkan dapat menjadi contoh dan memperkuat moderasi dan perdamaian dunia," ujar Dubes Agus melalui keterangannya, Kamis (20/12).
[wah]