19 Orang Dari Berbagai Negara Ikuti Program Pelatihan Kemlu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 11 Desember 2018, 00:23 WIB
19 Orang Dari Berbagai Negara Ikuti Program Pelatihan Kemlu
Opening OPCP/RMOL
rmol news logo Untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goal's (SDGs) pada 2030, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri menggelar Oil Palm Course for Peace (OPCP) 2018.

Kepala BPPK Kemlu, Siswo Pramono mengatakan OPCP 2018 merupakan pelatihan kepada para peserta yang terdiri dari 19 orang yakni dari 7 orang dari Indonesia (Mantan Kombatan GAM), 4 orang dari Thailand, 3 orang dari Kolombia, 2 orang dari Filipina, 2 orang dari Timor Leste dan 1 orang dari Papua Nugini.

"Misalnya, yang datang dari Timor Leste itukan dari dinas perkebunan dia akan kita harapkan dari pengalamannya selama mengikuti program di Indonesia ada ide-ide baru bagaimana menggunakan kebun kelapa sawit dan tumbuhan yang lain sebagai bagian dari keamanan sosial dan stabilitas politik di kawasannya, yang dari Papua Nugini juga melakukan hal yang sama," ungkap Siswo kepada Kantor Berita Politik RMOL, usai pembukaan OPCP 2018 di Hotel Bandara Internasional, Senin (10/12).

Hal tersebut, kata Siswo telah tertuang dalam 2 dari 17 tujuan SGDs yang ditargetkan tercapai pada 2030 mendatang, yakni tujuan ke-16 tentang perdamaian keadilan dan kelembagaan yang kuat, serta tujuan ke-12 yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

"Karena apa tadi saya sebutkan kalau kita bicara SDGs itu ada dua pasal 2 yang langsung berkaitan dengan urusan kelapa sawit ini pertama kalau kita melihat dari goal yang ke-16 adalah mempromosikan perdamaian, keadilan, dan institusi yang kuat, nah ada persoalan utama isunya disini adalah perdamaian," tuturnya.

Dalam tujuan ke-12 tersebut, tambah Siswo, isu utama yang diangkat berwawasan lingkungan.

"Kita harus melakukan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan jadi antara goal 16 perdamaian dan 12 berwawasan lingkungan harus jalan bersama-sama," tandasnya.

Dalam program ini, BPPK Kemlu bekerja sama dengan Universitas Jambi (UNJA) untuk memberikan pelatihan kepada para peserta pada 10-14 Desember dengan memberikan informasi terkait kebijakan, temuan, fakta, struktur organisasi atau perusahaan kelapa sawit.

Selain itu dilakukan kunjungan lapangan ke perusahaan sawit yang telah bersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) maupun Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Jambi. [lov]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA