Begitu bunyi laporan terbaru yang dirilis oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa dan Kantor Wilayah WHO untuk Eropa pekan ini.
Dalam laporan itu ditemukan bahwa jumlah diagnosis HIV baru di wilayah itu terus meningkat pada tahun 2017. Tetapi laju peningkatannya melambat.
Namun, hampir 160 ribu orang baru didiagnosis dengan infeksi di wilayah tersebut pada tahun 2017. Lebih dari 130 ribu di antaranya berada di wilayah timur Eropa. Ini adalah kasus terparah yang pernah dilaporkan di sana.
Itu sama artinya, Eropa Timur memiliki 51,1 kasus baru yang didiagnosis per 100 ribu orang. Sedangkan di Eropa Barat, memiliki tingkat 6,4 kasus baru per 100 ribu orang. Eropa Tengah memiliki tingkat 3,2 diagnosis per 100 ribu orang.
Tingkat tertinggi, menurut laporan itu, berada di Rusia, di mana 71 kasus baru didiagnosis per 100.000 orang pada tahun 2017, diikuti oleh Ukraina dan Belarus.
"Kami sangat jauh di belakang mencapai target tersebut, terutama di Eropa Timur dan Asia Tengah," kata Dr Masoud Dara, koordinator penyakit menular dan tim HIV memimpin di WHO Eropa.
"Signifikansi dalam laporan ini adalah kita dapat melihat perbedaan tajam antara Eropa Timur dan Uni Eropa di mana jumlah angka infeksi HIV menurun," sambungnya seperti dimuat
CNN.
[mel]
BERITA TERKAIT: