Indeks itu dibuat oleh Henley & Partners, sebuah firma penasihat perumahan dan kewarganegaraan yang rutin membuat indeks paspor terkuat di dunia setiap tahunnya.
Setelah mendapatkan akses bebas visa ke Myanmar awal bulan ini, pemegang paspor Jepang kini bisa menikmati akses visa-bebas atau visa on arrival ke 190 tujuan. Jumlah ini lebih tinggi dibanding dengan Singapura yang memiliki akses tersebut ke 189 negara di dunia.
Singapura yang tahun lalu menduduki posisi pertama, sekarang bergeser ke posisi kedua di bawah Jepang.
Sementara itu pada kuartal ini, Jerman jatuh dari peringkat tempat kedua sebelumnya, dan berbagi tempat ketiga dengan Korea Selatan dan Perancis. Denmark, Finlandia, Italia, Swedia dan Spanyol yang pemegang paspornya bisa punya akses masuk bebas visa ke 187 negara tujuan.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris meluncur turun dari tempat keempat ke kelima.
"Dengan kegiatan visa keluar yang stagnan dibandingkan dengan pemain berkinerja tinggi seperti Jepang, Singapura dan Korea Selatan, tampaknya semakin tidak mungkin bahwa Amerika Serikat dan Inggris akan mendapatkan kembali tempat nomor satu di mana mereka bertengger pada tahun 2015 lalu," begitu bunyi keterangan dar Henley & Partners seperti keterangan yang diterima redaksi pekan ini.
Sementara itu Irak dan Afghanistan memegang posisi paling bawah pada indeks, dengan hanya 30 tujuan yang dapat diakses oleh warganya.
The Henley Passport Index adalah peringkat semua paspor dunia menurut jumlah negara yang dapat dimasuki pemegangnya untuk bebas visa.
Indeks ini diperbarui secara waktu-nyata, ketika perubahan kebijakan visa mulai berlaku.
Peringkat didasarkan pada data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional dan penelitian internal.
[mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: