Komisi untuk Tahanan dan Ex-Prisoner Affairs, Palestinian Prisoners Society dan Al-Dameer Association for Human Rights pada Selasa (9/10) mengumumkan bahwa 104 orang Palestina ditahan di Yerusalem al-Quds bulan lalu, sementara 56 lainnya ditahan di Ramallah dan Bireh.
Selain itu, 73 warga ditangkap di kota Nablus, Tepi Barat utara, terletak sekitar 49 kilometer utara Yerusalem al-Quds, 29 lainnya di kota Bethlehem, Tepi Barat, 30 di Nablus, 13 lainnya di Tulkarm, 23 warga di kota Qalqilya, Tepi Barat barat laut, lima di kota Tubas, Tepi Barat timur laut, tujuh di kota kecil Salfit dan tiga di kota Ariha (Jericho) di Tepi Barat timur.
Sementara itu, seperti dimuat
Press TV, Pusat Studi Tahanan Palestina (PPC) mengatakan sekitar 500 orang Palestina saat ini ditahan di penjara dan pusat penahanan Israel atas pos media sosial mereka.
Juru bicara PPC Riyadh al-Ashqar mengatakan unit maya polisi Israel sangat memantau pos-pos Palestina di jejaring media sosial, terutama Twitter dan Facebook, dan mengklasifikasikan pos yang memuliakan para martir Palestina, mengungkap kejahatan Israel, dan mendukung perlawanan sebagai hasutan teror.
Pasukan militer Israel dilaporkan telah menangkap 378 warga Palestina, termasuk 10 wanita dan 52 anak-anak, selama operasi terpisah di Tepi Barat yang diduduki dan mengepung Jalur Gaza di bulan September kemarin.
[mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: