Kepala Eksekutif maskapai penerbangan, Akbar Al Baker memastikan hal tersebut pada konferensi bisnis profil tinggi di ibukota Qatar, Doha (Senin, 8/10). Dia mengatakan, layanan ke Iran akan terus berlanjut meskipun ada pengetatan ekonomi dan politik oleh Amerika Serikat.
"Penerbangan bukan industri yang terkena sanksi, Qatar Airways akan terus beroperasi ke kota-kota yang saat ini kami operasikan di Iran," tegasnya seperti dimuat
Press TV.
Amerika Serikat memberlakukan putaran pertama sanksi terhadap Iran pada bulan Agustus lalu dan menargetkan perdagangan logam, batubara, perangkat lunak industri, dan sektor otomotif. Sanksi ini diberikan setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional 2015 lalu.
Sanksi putaran kedua, yang akan datang pada 4 November dan akan menargetkan penjualan minyak Iran dan Bank Sentralnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: