Terlebih, Venezuela menjadi salah satu negara yang mendukung Indonesia menjadi Dewan Keamanan (DK) tidak tetap Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2019-2020.
Dalam kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Venezuela Ruben Dario Molina yang didampingi Duta Besar (Dubes) Venezuela Gladys Urbaneja Duran ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Selasa (4/9).
Wamenlu Ruben Dario Molina mengungkapkan, 60 tahun hubungan Indonesia-Venezuela merupakan moment tepat untuk meningkatkan kerja sama. Sebab selama ini, kata dia, Venezuela dan Indonesia saling mendukung dalam hal multilateral bahkan negaranya telah mendukung Indonesia untuk menjadi DK PBB.
"Saya yakin Indonesia akan bekerja dengan sangat baik menjadi DK PBB demi perdamaian dunia. Dengan rasa saling menghormati, kami sangat senang Indonesia akan menjadi DK PBB. Lalu Indonesia-Venezuela saling membantu antara dewan Hak Asasi Manusia (HAM), karena kita saling melindungi HAM," ungkapnya dalam pertemuannya dengan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu, Muhammad Anshor.
Indonesia yang terpilih menjadi DK tidak tetap PBB itu, baginya merupakan peluang dalam membuka jalan bagi Venezuela, dimana dengan peran itu, tidak difungsikan untuk menyerang suatu negara tertentu.
"Kami berhubungan baik dengan negara-negara sahabat untuk tidak mempolitisisasi Hak Asasi Manusia (HAM) di tengah negaranya yang saat ini diserang negara tetangga, khususnya disektor ekonomi," tandasnya.
[lov]
BERITA TERKAIT: