Hasil penghitungan semenÂtara, PTI bersaing ketat dengan partai penguasa, Partai Liga Muslim Nasional-Nawaz (PML-N). Partai Khan memÂperoleh 42 persen suara atau mendapat 119 dari total 272 kursi di Majelis Nasional. PTIunggul, namun belum mencapai mayoritas tunggal, 137 kursi.
PTI harus berkoalisi sehingga kubunya menguasai lebih dari setengah kursi parlemen. Hanya cara itu yang bisa dilakukan agar Imran menjadi perdana menteri baru.
Dalam pidato kemenangannya, kemarin, Khan mengucapkan syukur kepada Tuhan karena memberinya kesempatan berbakti pada negara.
"Saya bersyukur, setelah 22 tahun berjuang doa saya diijabah, saya punya kesempatan untuk berbakti pada negara," katanya.
Pesaing utama Khan daÂlam pemilu, dari partai besar, Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PLM-N) bekas Perdana Menteri Nawaz Sharif, menolak hasil penghitungan suara dan menuding adanya praktik manipulasi.
"Kami akan menggunakan opsi politik dan hukum untuk memÂperbaiki kesalahan mencolok ini. Ada kecurangan besar-besaran yang menyebabkan rusaknya demokrasi negara," tulis Shehbaz Sharif yang merupakan saudara dari Nawaz Sharif, dikutip dari laman
BBC, Kamis (26/7).
Partai lainnya juga menyamÂpaikan laporan serupa terkait haÂsil pemilu kali ini. Namun, para pejabat pemilihan menyangkal adanya masalah teknis dalam proses penghitungan suara dan menolak adanya kecurangan.
Pejabat komisi pemilihan memutuskan menunda merilis hasil penghitungan suara secara elektronik dan menggunakan penghitungan manual. Hasil penghitungan suara dan perÂolehan kursi memang berjalan lambat, setelah pemungutan suara berakhir pada Rabu (25/7) pukul 18.00 waktu setempat.
Jika pemilu ini berakhir dengan konflik maka akan terjadi penundaan pembentukan peÂmerintahan yang dampaknya akan dirasakan ratusan juta bagi warga Pakistan.
Pemilu Pakistan tahun ini semÂpat diwarnai peristiwa berdarah. Rabu (25/7), sedikitnya 30 orang tewas dan 35 lainnya terluka setelah bom bunuh diri meledak di sebuah TPS saat berlangsungnya pemungutan suara. Insiden ini terjadi di kota barat daya Quetta, provinsi Balochistan. ***
BERITA TERKAIT: