Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka di bagian kepala.
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah pegawai usaha tenda milik korban bersama warga sekitar merasa curiga karena korban tidak merespons saat dipanggil.
Kecurigaan semakin kuat lantaran rumah korban terlihat tertutup rapat tanpa aktivitas.
Warga kemudian berinisiatif membuka paksa pintu rumah yang diketahui terkunci dari dalam. Saat pintu berhasil didobrak, korban ditemukan sudah tergeletak di ruang tengah dengan kondisi bersimbah darah.
Ketua RW 20 Kampung Utan Salak, Aming (55), mengatakan tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum kejadian. Ia bahkan sempat bertemu korban sehari sebelumnya.
"Sehari sebelumnya saya masih ketemu, enggak ada yang aneh. Orangnya memang tertutup dan tinggal sendiri," kata Aming dikutip dari
RMOLJabar.
Ia menambahkan, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka di bagian kepala, namun jenis luka tersebut belum dapat dipastikan.
"Pas dibuka, korban sudah terkapar. Saya lihat ada luka di kepala," kata Aming.
Sementara itu, ipar korban, Rohman (47), mengungkapkan bahwa pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam saat pertama kali akan dibuka. Ia menyebut pegawai korban sempat menghubungi keluarga sebelum akhirnya mendobrak pintu.
"Awalnya ditelepon anaknya, lalu disuruh gedor saja. Setelah didobrak, ternyata korban sudah dalam kondisi bersimbah darah," ungkapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian korban. Sejumlah barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian guna kepentingan penyidikan.
BERITA TERKAIT: