Dirjen PHU Nizar Ali menjelaskan, cuaca ekstrim di Arab Saudi akan menjadi kendala karena jamaah haji Indonesia tidak terbiasa.
"Kita antisipasi dengan beberapa hal. Kalau pemondokan semua fasilitas gunakan AC, jadi tidak masalah," ujarnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (17/6).
Menurut Ali, yang menjadi masalah adalah ketika para jamaah pergi ke masjid dengan berjalan kaki sebab keterbatasan jumlah armada bus.
"Yang jadi masalah ketika jamaah tenda di Mina akan melempar jumrah. Ini kan karena jaraknya lumayan berkilo kilo meter, bisa tiga empat kilometer sehingga memerlukan kondisi fisik yang luar biasa," paparnya.
Meski begitu, Kemenag sudah menyiapkan airspray dan payung untuk para jamaah. Ditambah dengan petugas yang akan menyisir jamaah guna mengantisipasi adanya jamaah mengalami kelelahan dan tidak bisa melanjutkan ibadah.
"Antara terowongan Muaisin dengan titik-titik lempar jumrah sehingga nanti dia (petugas) bisa evakuasi dan melakukan tindakan medis pertolongan pertama pada jamaah haji yang mengalami kendala kesehatan ini," demikian Ali.
[wah]
BERITA TERKAIT: