Tim penyelamat merupakan gabungan dari penyelam AngkaÂtan Laut Thailand dan penyelam profesional dari Inggris serta Australia. 10 penyelam gua elite dan lima orang penyelam Navy SEAL Thailand memasuki gua sekitar pukul 10 pagi.
Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bergerak ke lokasi anak-anak berlindung. Sebagian lagi, berjaga-jaga di persimpang, Monk's Junction. Beberapa raÂtus meter menjelang posisi para bocah. Rentang usianya 10-16 tahun. Mereka terjebak sejak 23 Juni.
Para netizen menunggu kabar baik. Tanda pagar #ThaiCaÂveRescue membanjiri lini masa media sosial Twitter sejak MinÂggu petang. "Dunia disatukan satu tim sepak bola, Tim Babi Liar dari Thailand. Semoga kalian selamat," kicau @freeÂaustin.
Netizen lain memberikan doa dan semangat mereka kepada tim evakuasi. "Kami mendoaÂkan kalian selamat. Selamatkan harapan bangsa Thailand," kicau netizen lainnya.
Otoritas Thailand berjuang menyelamatkan mereka. BanÂtuan tim internasional dilibatÂkan. Salah satunya Richard Harris. Dia adalah seorang dokter dari Australia yang memiliki pengalaman panjang dalam kegiatan penyelaman gua. Harris sudah masuk lebih dulu pada hari Sabtu untuk memeriksa dan mengevaluasi kondisi kesehatan anak-anak tim sepakbola itu.
Sebelumnya, jutaan liter air dalam gua dipompa keluar seÂlama berhari-hari. Upaya ini mencoba mengeringkan air sebisa mungkin agar anak-anak itu bisa keluar dengan lebih mudah. Kerja keras mengeluÂarkan air terlihat hasilnya pada akhir pekan ini. Pada Minggu pagi, sekitar 1,5 km terowongan yang menghubungkan pintu gua dengan 'Ruang 3'.
Empat orang bocah berhasil dibawa ke rumah sakit usai menyelam selama 4,5 jam dari lokasi mereka berlindung menuÂju mulut gua. Kemarin, seorang bocah lagi berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter.
Seorang penyelam Navy SEAL Thailang berusia 25 tahun yang menolak disebutkan naÂmanya menggambarkan kondisi penyelamatan. Salah satu bagian paling sulit adalah lobang sempit seukuran tubuh manusia.
"Begitu kecilnya, saya harus melepas tanki oksigen untuk merangkak melewatinya. Saat saya merayap, saya merasaÂkan punggung dan dada saya menempel di lobang itu." ***
BERITA TERKAIT: