Sejak dua pekan terakhir, SeeÂhofer memang memiliki perbeÂdaan pendapat mengenai kebiÂjakan pengungsi. Dilansir
AFP, Seehofer menyampaikan niatnya untuk mengundurkan diri baik sebagai Ketua Partai Konservatif Bavaria CSU, dan menteri dalam negeri karena merasa 'tidak punya dukungan'. Niat itu disamÂpaikan Seehofer kepada sejumlah pemimpin partainya. Namun Ketua Faksi CSU di Parlemen, Alexander Dobrindt 'menolak pengunduran diri Seehofer'.
Ketidakjelasan dari kubu BaÂvaria memicu kekhawatiran soal masa depan koalisi pemerintah Merkel CDU-CSU serta Partai Sosial Demokratik (SPD). Jika Seehofer benar-benar mundur, CSU bisa menawarkan mendagri baru agar tetap berada di dalam koalisi Partai CDU-nya Merkel. Namun jika tidak, kemitraan kedua partai yang telah berlangÂsung selama beberapa dekade akan hancur dan menyebabkan Merkel kehilangan mayoritas di Parlemen. Hal ini akan menyeret Jerman pada krisis politik.
Agar dapat bertahan, Merkel bisa mengupayakan pemerinÂtahan minoritas, mencari mitra koalisi baru dengan mengganÂdeng pro-lingkungan Partai Hijau, atau pro-bisnis Demokrat Bebas, atau mengatur mosi tidak percaya di Parlemen untuk memicu pemilihan umum baru.
Meski demikian, hingga sekaÂrang, CDU tidak memberi alternatif solusi lain bagi CSU soal imigran.
Sekretaris Jenderal CDU, Annegret Kramp-Karrenbauer menyatakan para pemimpin parÂtai 'bersatu' mendukung 'solusi yang efektif dan manusiawi berÂsama mitra Eropa kami', terkait masalah imigran.
Seehofer dan partainya CSU menuntut agar pengungsi yang suÂdah terdaftar di negara Uni Eropa lain yang ingin masuk ke Jerman ditolak di perbatasan. Tuntutan itu ditolak Merkel dengan alasan, Jerman tidak bisa menentukan kebijakan sendiri tanpa kesepakÂatan dengan negara-negara Uni Eropa lain. ***
BERITA TERKAIT: