Kerjasama kedua negara di bidang industri ini merupakan langkah progres dari deklarasi Panmunjom pada 27 April lalu.
Rencananya kedua negara akan mendirikan kantor penghubung di kawasan KIK dan memulai mengoperasikan industri secepat mungkin.
"Pihak Korut mengusulkan pembukaan kerjasama ini sekaligus merayakan ulang tahun KTT (Konfrensi Tingkat Tinggi) antar kedua Korea pertama pada Juni 2000," kata Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon seperti diberitakan
koreatimes.co.kr, Jumat (1/6).
Pembukaan kawasan industri KIK ini juga membahas masalah lintas batas. Pihak Pyongyang menginginkan kantor penghubung kedua negara di kawasan KIK harus segera di buka.
Terlebih sejumlah fasilitas di dalam KIK yang sudah lama tidak digunakan perlu perawatan dan perbaikan.
Kawasan Industri Kaesong terletak sepuluh kilometer di sebelah utara zona demiliterisasi Korut yang terhubung dengan jalan dan kereta api dengan Korsel.
Di kawasan ini, perusahaan Korsel diperbolehkan memanfaatkan tenaga kerja murah yang terdidik, handal. Sebagai gantinya Korut memperoleh devisa. Pada 3 April 2013, Korut menutup semua akses ke Kaesong dan pada tanggal 8 April kegiatan operasi industri dihentikan.
[nes]
BERITA TERKAIT: